12 Tempat Wisata yang Sedang Populer di Kalimantan Selatan

Kalsel punya lokasi wisata di sungai, hutan, gunung, hingga pantai. Namun, dari sekian banyak tempat wisata yang indah tersebut hanya beberapa saja sedang populer dikunjungi anak muda di Kalimantan Selatan. Apa saja wisata tersebut?

1. Pantai Joras

PANTAI JORAS
PANTAI JORAS
Pantai Joras terletak di Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanah Laut. Di tempat ini bisa sejenak bersantai menikmati hamparan pasir pantai yang cukup luas, atau melihat keindahan Pantai Joras dari ketinggian menara mercusuar. 

Tapi, buat yang ingin melihat pantai ini dari ketinggian mercusuar harus lebih berhati-hati. Soalnya, menara mercusuar ini tidak dilengkapi pelindung/pengaman tubuh yang cukup memadai. Untuk biaya masuknya kurang dari Rp 10 ribu perorang. Ditambah lagi dengan biaya parkir sebesar Rp 3 ribu untuk motor, dan Rp 5 ribu untuk mobil.

2. Pantai Sungai Pampan

PANTAI SUNGAI PAMPAN
PANTAI SUNGAI PAMPAN
Pantai Sungai Pampan sebenarnya masih satu garis dengan Pantai Joras. Namun, pengelolanya berbeda. Tak heran diberi nama berbeda pula. 

Nah, kalau ingin ke sini, lebih baik menitipkan kendaraanmu ke salah satu tempat parkir yang ada di Pantai Sungai Pampan atau Pantai Joras. Ingat, pilih salah satu saja! Kalau ingin pindah suasana, tinggal jalan saja. Biar tidak terlalu mahal ongkosnya.

3. Pulau Sirang, Riam Kanan

PULAU SIRANG, RIAM KANAN
PULAU SIRANG, RIAM KANAN
Pulau Sirang Riam sebenarnya adalah sebuah danau di Kecamatan Aranio yang dijadikan tempat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Namun, tempat ini disulap menjadi sebuah obyek wisata alternatif. Dari Banjarbaru ikuti saja papan penunjuk arah menuju ke Riam Kanan, dan lanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Karang Intan, Aranio, sampai mentok habis jalannya. 

Istimewanya, di sini terdapat banyak kelotok (perahu) yang disewakan untuk berkeliling danau. Berbagai spot bisa disambangi, mulai dari Pulau Pinus, Pulau Sirang, hingga ke Pulau Batu. Untuk mencapainya, hanya butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan dengan menggunakan perahu kelotok tersebut. Disarankan bagi yang ingin berkunjung, hindari musim penghujan karena pulau tersebut bisa terendam.

4. Danau Baruh Bahinu

DANAU BARUH BAHINU
DANAU BARUH BAHINU
Danau Baruh Bahinu terletak di Desa Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan. Danau ini sebenarnya merupakan kawasan rawa-rawa yang cukup luas. 

Tapi, sebagian besar permukaannya ditutupi oleh tanaman eceng gondok dan berbagai tanaman air lainnya. Di sini juga terdapat sebuah jembatan kayu dan beberapa pelataran beratap yang menyerupai dermaga. 

Di tempat itulah biasanya para kawula muda setempat menghabiskan waktunya untuk menyaksikan sunset atau matahari terbenam. Tempat ini menyuguhkan pemandangan yang romantis. Selain itu, juga bisa menyewa sebuah perahu bebek untuk mengelilingi kawasan ini.

5. Danau Biru Pengaron

DANAU BIRU PENGARON
DANAU BIRU PENGARON
Dahulu, Danau Biru Pengaron merupakan area pertambangan batu kapur yang terletak di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar. Seiring berjalannya waktu, area tambang ini kemudian disulap menjadi sebuah tempat wisata alternatif yang mempunyai keunikan tersendiri. 

Bahkan, saking terkenalnya, danau ini pun menjadi ikut-ikutan hits dan terpampang di media-media sosial seperti di Instagram maupun Twitter dan Facebook. Di kawasan ini didapati tebing-tebing batuan kapur dan sebuah danau yang terbentuk karena adanya proses pertambangan. Menariknya lagi, air di danau ini berwarna agak kebiru-biruan, sehingga sangat menarik bila dipandang. 

6. Bukit Lebak Naga


BUKIT LEBAK NAGA
BUKIT LEBAK NAGA
Terletak di Desa Kandangan Lama, Kecamatan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, menjadi salah satu tempat yang lagi ramai-ramainya diperbincangkan di sosmed. Sudah banyak muda-mudi hits yang mem-posting tempat ini ke Instagram atau media lainnya. 

Maka tak heran kalau tempat ini menjadi primadona dadakan yang selalu dipenuhi oleh wisatawan. Bukit ini mempunyai view yang cukup memukau. Dari rumput-rumputan nan hijau dan pemandangan pantai, serta Pulau Datu yang dapat terlihat dari puncak bukit.

7. Bukit Langara

BUKIT LANGARA
BUKIT LANGARA
Bukit Langgara terletak di Desa Lumpangi, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pendakian bisa dimulai dari pos penjagaan pertama (tempat penitipan kendaraan). Dari tempat tersebut, harus menempuh perjalanan dengan melewati jalan setapak bebatuan. 

Untuk sampai ke puncak, diperlukan waktu sekitar 30 menit perjalanan. Berhati-hatilah, karena dari awal trekking sampai ke lokasi akan menemui beberapa tanjakan yang cukup curam dan licin. Disarankan ketika ingin ke tempat ini untuk memakai sepatu atau sandal gunung yang nyaman dipakai. Sesampainya di puncak bukit akan disuguhi pemandangan alam memukau, terdiri dari aliran sungai dan tebing-tebing batu yang cantik untuk berfoto.

8. Bukit Matang Kaladan

BUKIT MATANG KALADAN
BUKIT MATANG KALADAN
Satu lagi kawasan bukit yang lagi booming. Namanya, Bukit Matang Kaladan, atau juga sering disebut dengan nama Bukit Tiwingan. Lokasinya terletak di Desa Tiwingan Lama, Kota Banjarbaru. Tepatnya, berada di samping Pelabuhan Tiwingan. 

Ya, dari atas bukit ini, pengunjung bisa menyaksikan pemandangan ciamik berupa gugusan pulau-pulau kecil yang terdapat di sekitar danau Riam Kanan. Untuk memasuki kawasan ini harus membayar biaya masuk seharga Rp 10 ribu perorang. Harga tersebut sudah termasuk dengan biaya parkir kendaraan. 

9. Pulau Birah-Birahan

PULAU BIRAH-BIRAHAN
PULAU BIRAH-BIRAHAN
Letaknya ada kecamatan Pulau Sembilan, Kabupaten Kotabaru. Untuk mengunjungi pulau ini bisa menuju dermaga Kenyamukan. Setelah itu, lanjutkan perjalanan dengan menyewa perahu nelayan. Harga sewanya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per perahu. Tergantung bagaimana cara menawar. Perjalanan dari Dermaga Kenyamukan sampai ke Pulau Birah-Birahan, Kabupaten Kotabaru, membutuhkan waktu sekiranya 8 jam perjalanan. Jika beruntung bisa menjumpai kawanan lumba-lumba saat menyeberangi lautan tersebut. Sampai di pulau, pengunjung akan mendapati tiga zona pantai sekaligus. Pertama, zona terumbu karang. 

Kedua, zona pantai tebing batu. Ketiga, zona pantai penuh ganggang. Untuk zona pantai penuh ganggang sebenarnya kurang bagus untuk berenang, karena banyak tanaman air, ikan kecil, anak hiu, dan anak ikan pari. Oleh karena itu, zona ini lebih cocok buat yang punya hobi memancing. Bagi yang hobi snorkeling bisa mencoba zona pantai terumbu karang, dan harus membawa peralatan sendiri.

10. Pulau Samber Gelap

PULAU SAMBER GELAP
PULAU SAMBER GELAP
Letak Pulau Samber Gelap dan Pulau Birah-Birahan sebenarnya cukup berdekatan. Tepatnya berada di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Kotabaru. Untuk mengunjungi pulau ini, perjalanan dimulai dengan menyewa speedboat dari Pelabuhan Panjang, Kotabaru. Jarak tempuhnya sekitar 4 jam perjalanan. Bagi yang ingin berkunjung, disarankan pas di bulan April, Mei, Oktober, November, atau Desember. 

Pada saat itu anginnya cukup bersahabat. Sesampainya di pulau ini, hamparan pasir pantai yang lembut sudang menunggu disertai gelombang ombak yang tidak terlalu besar. Kondisi air lautnya cukup jernih, dan pemandangan bawah lautnya sangat mengagumkan. Tak heran jika tempat ini menjadi favorit para penyuka diving dan snorkeling. Menariknya lagi, di sini juga terdapat tempat konservasi penyu.

11. Danau Seran

DANAU SERAN
DANAU SERAN
Di Kota Banjarbaru terdapat sebuah danau yang cukup unik dan memukau. Namanya Danau Seran atau biasa disebut sebagai Danau Cempaka. Danau ini terletak di Jalan Guntung Manggis (Jalur Trikora, Banjarbaru). 

Secara kasat mata, danau ini memang terlihat kecil. Namun, hal itu tidak membuat surut minat para wisatawan untuk mengunjugi obyek wisata ini. Mengapa? Dulunya, danau ini terbentuk akibat bekas pendulangan intan yang dilakukan oleh warga setempat dan PT Galuh Cempaka.

12. Danau Nes 12

DANAU NES 12
DANAU NES 12
Danau Nes 12 terletak di Jalan Ahmad Yani KM12, Binuang, Kabupaten Tapin,. Seperti danau-danau lainnya, Danau Nes 12 ini pun terbentuk karena adanya proses penambangan. Aktivitas tersebut telah dihentikan, dan tempat ini pun disulap untuk dijadikan sebagai obyek wisata alternatif. 

Akses jalan menuju ke lokasi ini pun masih cukup buruk, karena harus melewati beberapa area pertambangan yang sering dilewati oleh truk-truk besar. Keadaan jalannya masih berupa tanah-tanah kapur yang cukup tandus.

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.